Kamis, 09 Mei 2013

RINGKASAN PENELUSUAN LITERATUR MODUL 3

A.    Pengertian Katalog Perpustakaan
Hunter : Suatu daftar dari dan indeks ke suatu koleksi buku dan bahan lainnya.
Gates : Suatu daftar yang sitematis dari buku dan bahan-bahan lain dari suatu perpustakaan dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk fisik, subjek, ciri khas bahan, dan tempatnya.
Taylor : Daftar susunan yang sitematis dari seperangkat cantuman bibliografi yang merepsentasikan kumpulan dari koleksi tertentu.
B.     Tujuan dan Fungsi Katalog Perpustakaan
Tujuan :
  1. Digunakan oleh pemustaka dalam menemukan bahan pustaka berdasarkan pengarang, judul, subjeknya.
  2. Dapat menunjukkan dokumen apa saja yang dimiliki sebuah perpustakaan.
Fungsi :
Sebagai sarana temu balik informasi sistem komunikasi dan sebagai daftar inventaris koleksi perpustakaan.
C.    Klasifikasi dan Katalogisasi
Pengertian Klasifikasi   
a.       Penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. (Kamus Besar Bahasa)
b.      Pengelompokkan benda secara logis menurut ciri-ciri kesamaannya. (Harrods Librarians Glossary)
c.       Usaha menata alam pengetahuan kedalam  tata urutan sistematis. (Sulistyo Basuki)
 Jenis Kegiatan Klasifikasi
a.      Klasifikasi Fundamental ( pengelompokkan berdasarkan subjek)
  1. Klasifikasi Artifisial (pengelompokkan berdasarkan ciri yang lain seperti warna, ukuran, bentuk fisik dan sebagainya)
Tujuan Klasifikasi
a.       Dapat menentukan lokasi bahan pustaka didalam jajaran koleksi perpustakaan sehingga memudahkan temu kembali informasi.
b.  Mengumpulkan semua bahan pustaka yang memiliki subjek yang sama dalam satu jajaran koleksi.
  1. Memudahkan dalam penempatan buku baru serta untuk kepentingan penyiangan.
D.    Garis Besar Kegiatan Pengkatalogan
Kegiatan pengatalogan secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kegiatan:
1.      Pengatalogan deskriptif, yang bertumpu pada fisik bahan pustaka (judul, pengarang, jumlah halaman,  dll),  kegiatannya  berupa  membuat  deskripsi  bibliografi, menentukan tajuk  entri  utama dan tambahan,   pedomannya antara lain  AACR  dan ISBD.
2.      Pengindeksan subyek, yang berdasar pada isi bahan pustaka (subyek atau topik yang dibahas), mengadakan analisis subyek dan menentukan notasi klasifikasi, pedomannya antara lain bagan klasifikasi, daftar tajuk subyek dan tesaurus. Kedua
BEBERAPA ISTILAH
Bahan pustaka, dokumen: Segala sesuatu yang menyimpan dan membawa informasi; paket informasi yang diadakan dan disimpan di perpustakaan. Bahan pustaka tidak hanya berupa teks atau bahan tercetak, seperti buku, jurnal, tetapi meliputi meliputi bahan non-cetak, seperti: gambar, peta, CD-ROM, VCD, berkas komputer dan sebagainya.
Katalogisasi  (cataloging): Kegiatan atau proses pembuatan wakil  ringkas dari bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD-ROM, mikrofilm, dll.). Istilah ini kadang-kadang juga meliputi klasifikasi bahan pustaka dan secara umum penyiapan bahan pustaka untuk digunakan pemakai. Kadang-kadang disebut juga dengan istilah pengindeksan (indexing).
Katalog (catalog): Presentasi ciri-ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen (misalnya: judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.) koleksi perpustakaan yang merupakan wakil ringkas bahan pustaka tersebut yang disusun secara sistematis.
Klasifikasi (classification): Penyusunan sesuatu dalam susunan yang logis sesuai dengan tingkat kemiripan atau kesamaannya.
Tajuk (heading): Urutan karakter (huruf, angka, dll.) pada permulaan katalog; karakter ini menentukan letak atau urutan katalog dalam berkas (misal laci). Tajuk biasanya berupa nama pengarang, istilah subyek, judul atau notasi atau nomor klasifikasi yang diambil dari sebuah bagan klasifikasi.
Entri (entry): Cantuman bahan pustaka atau dokumen dalam sebuah katalog
Entri utama (main entry): Cantuman katalog lengkap dari sebuah bahan pustaka, yang berisi deskripsi lengkap dan disertai dengan jejakan atau indikasi tajuk-tajuk untuk entri-entri lainnya.
Entri tambahan (added entry): Entri katalog sekunder, cantumannya lebih ringkas dari entri utama (tidak disertai dengan jejakan).

Jenis Katalog :
  1. Katalog Pengarang : Katalog yang disusun berdasarkan abjad nama pengarang
Jenis nama pengarang :
Ø   Pengarang perorangan
Ø   Badan korporasi
Ø   Nama pertemuan
  1. Katalog Judul : Disusun berdasarkan abjad judul dari semua bahan pustaka

  1. Katalog Subjek : Disusun berdasarkan subjek dari bahan pustaka yang diolah

Tipe Penelusuran
Dari pola telusurnya, penelusuran dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
1.      Telusur dokumen: penelusuran dimulai dengan identifikasi dokumen dan / atau sumber, baru dari sini dihasilkan informasi aktual.
2.      Telusur informasi: penelusuran dimulai dengan informasi yang diperoleh dari bank data, kumpulan data, atau perorangan.
Dilihat dari cara dan juga alat yang digunakan, maka penelusuran dapat pula dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
1.      Penelusuran Informasi Konvensional: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui cara-cara konvensional/manual seperti menggunakan kartu catalog, kamus, ensiklopedi, bibliografi, indeks, dan sebagainya.
2.      Penelusuran Informasi Digital: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui media digital atau elektronik seperti melalui OPAC (Online Public Access Catalog), Search Engine (di Internet),  Database Online, Jurnal Elektronik, Reference Online, dan informasi lain yang tersedia secara elektronik/digital.
Tahapan penelusuran Informasi



Alat Penelusuran Informasi
  1. Katalog Perppustakaan
  2. Bibliografi Buku
  3. Abstrak dan indeks Jurnal
  4. Artikel Jurnal
  5. Indeks Khusus
  6. Institusi dan orang
  7. CD-ROM
  8. Internet/ Online

Teknik Penelusuran Informasi
1.         Penelusuran Informasi melalui Katalog
Teknik penelusuran menggunakan katalog perpustakaan ini biasanya difokuskan untuk menemukan sebuah kode atau angka klasifikasi yang akan menuntun pemakai ke dalam sumber informasi / koleksi perpustakaan yang dibutuhkan. Pemakai dapat menelusur melalui 3 entri penting yakni berdasarkan judul, pengarang dan / atau subyek.


2.         Penelusuran Informas melalui Bibliografi
Teknik ini mirip dengan katalog, hanya bibliografi cakupannya lebih luas lagi yakni tidak hanya berupa koleksi yang dimiliki perpustakaan akan tetapi juga di luar perpustakaan.



3.         Penelusuran Informasi melalui Indeks
Indeks sering diartikan sebagai daftar istilah penting yang terdapat dalam sebuah karya tulis / bahan pustaka yang disusun secara alphabetis.
Beberapa contoh pemanfaatan indeks:
a.       Indeks dalam buku-buku ilmiah
b.      Buku Indeks
c.       Indeks (artikel) majalah
d.      Majalah indeks
e.       Indeks surat kabar
f.       Indeks makalah
g.      Indeks khusus lainnya
4.      Penelusuran Informasi melalui Abstrak
Abstrak di samping menunjukkan tempat informasi, juga memuat ringkasan informasi dari subyek yang ada. Dan secara definitive, abstrak merupakan pemadatan dari sebuah karya seperti laporan penelitian, artikel majalah/jurnal, prosiding, dan lain-lain.

5.         Penelusuran Informasi melalui Kamus & Ensiklopedi
Kamus biasanya digunakan untuk mencari informasi singkat tentang ejaan, etimologi, batasan/definisi, pengucapan, padanan kata, pembagian suku kata, dan informasi gramatika. Kamus ini biasanya juga disusun secara alphabetis sehingga memudahkan pemakai dalam menelusuri informasi yang diinginkan.
Ensiklopedi merupakan alat telusur yang sejenis dengan kamus, hanya ensiklopedi biasanya memuat informasi yang lebih lengkap dan biasanya tidak hanya memberikan arti, padanan, maupun ejaan akan tetapi juga dapat membahas lebih dalam lagi seperti sejarah, dan keterangan lainnnya.
6.      Penelusuran Informasi melalui Jaringan Informasi Perpustakaan
Jaringan informasi perpustakaan adalah salah satu alat yang dapat memberikan solusi kepada pemakai untuk mencari informasi secara lebih luas. Jaringan menjadi penting karena akan membentuk sebuah jejaring informasi yang luas, terintegrasi dan lebih lengkap.
7.      Penelusuran Informasi melalui Komputer dan Internet
Penelusuran informasi melalui komputer dan media internet telah membawa orang untuk menembus batasan-batasan yang semula ada pada teknik penelusuran informasi secara manual / konvensional. Melalui OPAC, Search Engine, Database Online dan fasilitas lainnya pemakai perpustakaan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang dikehendaki, dengan jenis dan macam yang cakupannya lebih luas lagi.
8.      Penelusuran informasi melalui media lain
Misalnya brosur, pamlet, atlas, globe, peta, direktori, buku pedoman, buku tahunan, dan lain-lain.
Penelusuran literatur berdasarkan jenis dokumen
  1. Jurnal/ Majalah
  2. Indeks tercetak
  3. Buku referensi


Anda sedang membaca artikel tentang RINGKASAN PENELUSUAN LITERATUR MODUL 3 dan anda bisa menemukan artikel RINGKASAN PENELUSUAN LITERATUR MODUL 3 ini dengan url http://sanurarum.blogspot.com/2013/05/ringkasan-penelusuan-literatur-modul-3.html, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel RINGKASAN PENELUSUAN LITERATUR MODUL 3 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link RINGKASAN PENELUSUAN LITERATUR MODUL 3 sumbernya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar